TAJUKBERITA.ID, BOMBANA – Kerusakan Jembatan Teomokole yang membentang di atas Sungai Lakambula, Kelurahan Teomokole, Kecamatan Kabaena, menuai keluhan warga. Jembatan tersebut merupakan akses utama penghubung empat desa di Kecamatan Kabaena Selatan, yakni Langkema, Batuawu, Puununu, dan Pongklaero.
Keluhan itu disampaikan warga melalui media sosial. Salah satunya Sahrul, yang mengunggah kondisi papan lantai jembatan yang rusak serta minimnya fasilitas penerangan.
“Jembatan ini membelah Sungai Lakambula, yang bahkan disebut dalam syair lagu Kabaena. Namun kondisinya sangat memprihatinkan,” tulis Sahrul dalam unggahannya.
Ia juga menyoroti potensi bahaya bagi pengguna jembatan, khususnya pada malam hari, karena tidak adanya lampu penerangan.
“Bagaimana kalau ada warga menyeberang malam hari tanpa lampu motor? Apakah harus menunggu korban atau viral dulu baru diperbaiki?” ujarnya.
Menurut Sahrul, jembatan tersebut tidak hanya dimanfaatkan masyarakat, tetapi juga digunakan oleh lima perusahaan tambang untuk aktivitas mobilisasi karyawan dan logistik.
Dalam unggahan terpisah, ia menyebutkan bahwa keluhan terkait kondisi jembatan telah disampaikan sejak tahun lalu. Bahkan, pemuda Kelurahan Teomokole sempat melakukan perbaikan secara swadaya dengan membeli papan jembatan secara patungan.
“Harapannya tahun ini ada penggantian seluruh papan jembatan, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” tulisnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Wawan Reynaldy. Ia menilai kerusakan jembatan berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan pengguna.
“Kalau dilewati motor, suaranya bising dari ujung sampai ujung jembatan,” tulis Wawan melalui akun Facebook miliknya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, mengakui bahwa Jembatan Teomokole memang membutuhkan perbaikan. Namun ia menilai kerusakan tersebut belum memerlukan penanganan besar.
“Lantainya dari kayu, jadi cukup dilakukan perbaikan dengan mengganti papan yang rusak. Perbaikannya bisa dilakukan secara gotong royong dan sudah ada yang siap menyediakan kayu,” kata Ahmad Yani.
Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum tersedia anggaran khusus untuk perbaikan Jembatan Teomokole.
“Belum ada anggaran khusus untuk perbaikan jembatan tersebut,” pungkasnya.









Komentar